Sunday, March 6, 2016

Book Review - To All The Boys I've Loved Before by Jenny Han



  

Judul: To All The Boys I've Loved Before
Penulis: Jenny Han
Penerjemah: Airien Kusumawardani
Penerbit: Spring
Format: Paperback
Halaman: 378 pages
Skor: ♥♥♥♥♥/5

"Kalau begitu sebaiknya kau segera pergi," kataku. "Genevieve pasti marah kalau kau terlambat."  
Peter mengeluarkan suara pfft, tapi dia berdiri dengan sangat cepat. Aku bertanya-tanya bagaimana rasanya memiliki pengaruh sebesar itu terhadap seorang cowok. Kurasa aku tidak menginginkannya. Dibutuhkan tanggung jawab yang besar untuk mencengkeram hati seseorang dalam genggamanmu. 
-page 45 

Bacaan ringan yang cantik. Sangat sangat girly. Dan rasanya menyegarkan karena bukan membahas tentang remaja kikuk yang hobi mengasihani diri dan tidak percaya diri. Kepribadian karakter utamanya sungguh menyegarkan dibanding dengan kebanyakan novel remaja ala Amerika yang rata-rata tokoh utamanya adalah gadis minder yang selalu merasa salah kostum, panik setiap jam makan siang karena tidak punya teman yang keren untuk diajak duduk bersama di kantin, dan merasa gagal karena tidak masuk dalam geng cewek populer di sekolah. Hmph. Rasanya kok sungguh sempit dan Amerika sekali. Sementara di novel ini, tokoh utamanya adalah cewek blasteran Korea-Amerika yang wajahnya sangat Asia, hobi memakai baju-baju cute dan girly (yang mungkin memang ala gadis-gadis Asia), tetapi memiliki ayah yang 100% bule kulit putih. Hobi memanggang kue juga menambah nuansa ke-girly-an si tokoh utama.

Lara Jean Song-Covey memiliki satu kakak perempuan, Margot dan satu adik perempuan, Kitty. Ibu mereka, Eve Song, telah meninggal dan sekarang mereka tinggal berempat bersama dengan ayah yang bekerja sebagai dokter kandungan. Margot, sebagai putri tertua bertindak layaknya ibu bagi kedua adik dan ayahnya sekaligus. Margot sangat pintar dalam hal mengurus rumah dan memastikan semua kegiatan dalam keluarga berjalan dengan teratur dan lancar. Ditambah, Margot juga memiliki pacar bernama Josh yang adalah tetangga sebelah mereka. Josh sudah sangat terbiasa keluar-masuk rumah keluarga Covey dan sangat dekat dengan seluruh anggota keluarga Covey. Hingga tiba saatnya Margot harus pergi ke Skotlandia untuk kuliah dan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan Josh. Setelah Margot pergi, mau tidak mau Lara Jean mengambil alih tanggung jawab yang selama ini diemban oleh Margot, yaitu mengurus rumah beserta isi dan penghuninya.

Sebenarnya, dulu sebelum Josh berpacaran dengan Margot, Lara Jean diam-diam menyukainya. Namun ketika Margot mengumumkan bahwa dia resmi berkencan dengan Josh, Lara Jean mundur dan menuliskan sebuah surat tentang Josh untuk dirinya sendiri. Lara Jean memiliki kebiasaan ini; setiap kali dia jatuh cinta, dia akan menuliskan sepucuk surat yang berisi tentang perasaannya mengenai cowok tersebut dan surat itu kemudian akan dia simpan di dalam kotak topi pemberian mendiang ibunya. Ada lima cowok yang disukainya sampai saat ini sehingga, total ada lima surat. Tapi suatu hari, surat-surat itu terkirimkan secara tidak sengaja kepada cowok-cowok itu. Empat berhasil terkirim, sementara satu tidak karena alamat yang telah berganti. Dari keempat surat tersebut, dua menghasilkan masalah.

Yang pertama dengan Josh karena dia adalah pacar Margot, meskipun sekarang sudah mantan. Tapi tetap saja. Yang kedua dengan Peter, cowok cakep dan populer di sekolah, yang ketika SMP berteman dekat dengan Lara Jean dan dengan siapa Lara Jean melakukan ciuman pertamanya. Demi menyelamatkan muka serta mempertahankan hubungan pertemanan dengan Josh, Lara Jean sepakat untuk pura-pura berpacaran dengan Peter, yang kebetulan saat itu baru saja putus dari Genevieve, cewek yang telah dikencani Peter sejak SMP. Dengan tujuan masing-masing, mereka mulai bersandiwara dan terus bersandiwara.

Sejak lembar awal, aku tahu aku nggak akan bisa berhenti di tengah jalan, meski sebentar. Jadilah dua hari aku sudah selesai baca. Ceritanya lucu, manis, dan terjemahannya bagus sekali. No typo! itu yang paling kusuka. Apalagi, aku berhasil beli dengan harga yang super spesial, 45k! Padahal di seluruh toko buku harganya sekitar 77k. Aku beli dimana? Rahasia dong ehehehe.

Penjabaran tentang hubungan Lara Jean dengan Peter Kavinsky sungguh-sungguh manis! Aku suka dengan tokoh utama yang percaya diri. Yang merasa bahwa dirinya memang pantas mendapatkan apa yang sedang didapat. Lara Jean, gadis polos dengan dilema ala anak kedua, tanpa pikir panjang mencium Peter Kavinsky, cowok populer nan cakep yang punya mantan super judes di lorong sekolah! Hahahaha. Tentu Lara Jean tidak melakukan itu tanpa alasan yang darurat. Dan ciuman itu menjadi awal 'kencan kontrak'nya dengan Peter untuk meyakinkan Josh bahwa dirinya sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi pada Josh. Tetapi, meski hanya pura-pura, Peter cukup peduli dan antusias untuk meladeni semua aturan dan tingkah Lara Jean. Peter rela dimanyunin Lara Jean karena terlambat menjemputnya ke sekolah, Peter mau mengantar Kitty kemana-mana, danPeter  mulai sering mengunjungi rumah Lara Jean. Peter bahkan cemburu ketika kostum Halloween Lara Jean tanpa sengaja serasi dengan Josh (Lara Jean jadi Cho Chang dan Josh jadi Harry Potter sementara Peter jadi Spiderman). Peter mungkin memang cuek dan agak sombong, tapi dibalik itu dia sangat peduli dan menghormati Lara Jean. Ditambah, teman-teman Peter juga menyukai Lara Jean dan cepat akrab dengannya, yang membuat Peter senang. Semakin aku baca, semakin aku berpikir bahwa Peter ini sepertinya benar-benar ideal boyfriend material! Hihi..

Mungkin, hubungan pura-puranya dengan Peter Lara Jean lakukan demi Josh. Karena Lara Jean tidak ingin merusak persahabatannya dengan Josh, dan membuat jarak yang tercipta diantara mereka sejak kepergian Margot menjadi semakin lebar. Dan lagi, sepertinya Peter belum bisa lepas dari bayang-bayang Genevieve dan tidak pernah menyangkal bahwa dirinya masih mencintai Gen. Jadi, bagaimana akhir hubungan pura-pura Lara Jean dengan Peter?

Sayangnya!! Oh sayangnya, buku ini selesai di bagian yang paling menegangkan. Hiks. Harus cepat-cepat beli sekuelnya nih, P.S I Still Love You. Kemarin mau order sekalian, tapi P.S nya lagi kosong :(

Dan lagi, buku ini kalau dicermati bukan berinti pada cinta-cintaan anak SMA. Tetapi pada cinta dalam keluarga, sahabat, dan teman. Bagaimana seorang ayah harus menjadi single parent bagi tiga orang anak perempuan yang sedang beranjak remaja dan tumbuh dewasa. Bagaimana Lara Jean lebih mengutamakan Chris, sahabatnya, daripada cowok. Dan bagaimana dulu waktu kecil kita berteman dekat dengan seseorang kemudian ketika puber semua menjadi tidak sama lagi karena ada kecanggungan yang tak terkatakan. So far, ini bacaan ringan terfavorit!


No comments:

Post a Comment